Masih
saja aku ada di persimpangan jalan. Entah apa lagi yang bisa aku perbuat. Kehidupan
sudah mematahkan hatiku berkali-kali, hingga layu, hingga menjadi abu tak
terbentuk. Akankah esok ada secercah harapan? Sepertinya harapan hanya akan
jadi sekedar harapan. Pada kenyataannya seperti yang sudah lalu. Ia ada namun
hanya untuk diangan saja.
Udara pagi
dan kesendirian ini tiba-tiba mengantarkanku ke masa lalu. Lagu Sheilla on
Seven yang terus berputar menggiring ingatanku ke masa di mana sepertinya dunia
masih belum begitu rumit. Hari-hari selalu cerah seperti mentari pagi. Aku rindu
seperti itu. Aku ingin kembali. Namun apalah daya, penyesalan selalu datang di
belakang hari.
Ah...
sudahlah, setiap selalu seperti ini. Tak ada seorang yang tahu apa yang
sebenarnya ada dalam hatiku. Percuma juga berteriak namun tak ada yang
mendengarnya.
Pada akhirnya
pupus sudah semua harapan. Semangatku hilang sudah. Aku seperti berjalan tanpa
tujuan. Entah apa lagi yang bisa aku lakukan. Apakah masih sama seperti
kemarin? Apakah hasratku masih sama? Entahlah... rasanya api semangat itu sudah
pupus, lenyap bersama hari-hari membosankan ini. Siapa lagi yang bisa
menolongku...? Aku sudah tak berdaya dan lemah di sini. Terkapar di tumpukan hiruk
pikuk pagi yang selalu memburu.

0 komentar:
Posting Komentar