Sabtu, 11 Mei 2019

Mimpi itu...

Kawan, banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu. Sepertinya dunia ini begitu saja menghempaskan semua mimpi. Nyatanya, harapan tak pernah senada dengan kenyataan. Harapan hanya akan menjadi harapan.
      
Aku menjadi pecundang yang tak bisa berbuat apa-apa. Sementara langit jingga terus berputar. Aku terdiam di sudut, melihat orang-orang begitu ikhlasnya menjalani takdir mereka. Sedang aku, hanya seonggok tubuh yang tak berdaya apa-apa. Pagi hanya jadi tempat pelarian dari kungkungan nilai-nilai. Untuk sekedar tak disebut sebagai pengangguran. Semua ini kujalani dengan separuh nyawa. Pada akhirnya aku juga harus menyerah pada takdir. Waktu memang perkasa, kita tak bisa mengalahkannya. Gusti... berilah petunjuk pada hambamu ini. Hamba sedang dirundung duka. Sedih yang meruntuhkan seluruh keyakinanku... lalu apa arti hari kemarin yang pernah diperjuangkan... jika hari ini, dan esok sepertinya akan menjadi uap tanpa makna.
   
Gairahku untuk menjalani hidup hanya sekedar menjalaninya. Berharap satu terselesaikan, dan semoga esok akan lebih baik lagi. Akulah yang pecuncang, dilangkahi kehidupan yang sepertinya tak pernah sejalan denganku.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;