Sabtu, 09 Oktober 2021 0 komentar

Aku Bukan Siapa-Siapa

Baiklah… untuk kesekian kalinya aku merasa kalah. Hidup seakan terus mempecundangiku. Atau memang akulah pecundang sejati. Pada posisi ini langkah kaki menjadi begitu gamang dan tak tentu arah. Mencoba memperjuangkan apa yang menjadi angan ternyata tak segampang di angan. Sepertinya waktuku memang sudah pupus. Entahlah… Target satu tahun terlewat sudah. Nyatanya yang terjadi juga bukan apa-apa. 

Apakah langkah yang kuambil ini salah? Selalu saja seperti ini, dan sampai kapan akan seperti ini? Apakah penjara hati ini akan mepertanyakannya setiap hari hingga seumur hidupku. Ketika malam melihat langit-langit, merenung sendiri, ingin rasanya kembali ke masa lalu. Mencoba merubah dan menetapkan hati dan langkah. 

Dahlah… tempatku memang bukan di sana. Aku tak mengerti lagi harus berbuat apa. Gusti, Engkau yang tahu, hamba hanya berpasrah merangkai laku yang telah digariskan. 

Sekali lagi, waktu memang perkasa mempecundangiku. Ya… mempecundangiku yang memang seorang pecundang. Bisa apa aku? Aku bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Maafkan anakmu ini, Pak, Buk… maafkan aku Bukta… dan anak-anakku. Ternyata aku hanya lelaki yang kalah oleh kehidupan. Aku tak mampu berbuat apa-apa. Ku hanya seonggok daging bernyawa yang sekedar berjalan menghabiskan sisa laku. Salahkan diriku karena aku memang layak untuk disalahkan. Aku tak pernah bisa berbuat apa-apa.
 
;