Sabtu, 2 Juli 2016
Madiun
…. Tak terasa waktu begitu
cepat berlalu. Ia perkasa dan menggilas apa saja yang dilaluinya tanpa peduli.
Ah… waktu, aku selalu takjub padamu. Kau menyatukan, mempertemukan, memisahkan
dan segalanya tanpa peduli perasaan orang.
10 tahun sudah aku mengenalmu. Begitu banyak hal
terlewati. Kala itu kita mulai membangun mimpi bersama. Tertatih dan terseok
untuk sekedar membuktikan pada dunia bahwa kita mampu. Huh… lucu memang… segala
sesuatunya berjalan tak seindah di angan. Begitu banyak hal sulit datang namun
kita mampu melewatinya. Banyak mukjizat tanpa kita sadari yang sampai detik ini
aku masih belum bisa menalarnya.
Tanpa kita sadari, satu persatu keinginan kita terwujud.
Itulah yang kusebut mukjizat. Dan hal terbodoh sepanjang perjalanan ini adalah,
kita berani mengambil perumahan. Padahal pendapatanku saja hanya sepertiga
angsurannya. Lalu bagaimana lagi…? Ya sudahlah.
Hadirnya Adek adalah mukjizat yang menjadi alasan
untukku terus bergerak. Aku mencoba menerka belantara asa yang masih kabur
ujungnya, tak terprediksi dalam otakku seperti apa. Tapi aku yakin, esok akan
selalu ada jalan. Hidup kita memang penuh dengan kenekatan, dan mungkin
kontrolnya cuma 5 persen. Itulah mengapa Adek punya daya kenekatan lebih besar
dari pada anak lainnya. Memang itu ada dalam darah kita.
Sering aku memprotes, meski dalam nurani, tentang hidup
dan kehidupan. Lihat saja orang lain yang begitu mudahnya menjalani kehidupan. Mereka
begitu teratur dan tertata segala sesuatunya. Ya… sepertinya sih… Sementara aku
harus memutar otak, menyiapkan seluruh raga dan batinku, fisik dan psikisku
hanya untuk sekedar menjaga bangunan yang telah kita rawat. Bekerja dengan
mengandalkan kreatifitas bukan sesuatu yang mudah. Malam aku harus banyak
terjaga untuk meramu ide. Lalu yang jadi pertanyaanku adalah, sampai kapan aku
mampu seperti itu? Entahlah… apakah selamanya harus seperti itu. Bukan aku tak
suka, namun hanya pertanyaanku takut tentang masa depan yang belum pasti. Jika aku
sudah tak mampu berkarya lagi nanti bagaimana dengan bangunan pondasi kita…
Ah sudahlah… kau tahu kan aku selalu malas mengungkit
dan berkata panjang lebar. Aku hanya ingin terus bergerak. Karena sejatinya
hidup adalah perubahan. Aku tak mau jadi pengecut yang bersembunyi. Aku ingin
menjadi pejuang bagaimanapun terjalnya jalan yang kulalui. Masa bodoh terjatuh,
persetan tertatih-tatih, aku akan bangkiti kembali.

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact