Kaulah jarum penyulam piluku,
ketika fajar pergi
Kaulah keheningan masa,
ketika fatamorgana bergelora
Aku takjub oleh waktu di lakumu,
seakan tak pernah letih dan pudar
Itulah yang menggores dalam
aliran darahku
Membusungkan tiap urat nadiku
Dan kau ketuk rintihan detik di tanganku,
Itu pula yang meredam ledakan hasratku
Kawan…
Ada kala kita tak saling bertegur nama
untuk sejenak bersama dalam kenangan,
menengok kembali masa lalu.
23
Februari 2007

0 komentar:
Posting Komentar