Malam, kalau bisa jangan cepat
berlalu. Tetaplah seperti ini, gelap dan sepi. Selalu setia menjadi pendengar
abadi tiap keluh kesahku. Esok adalah waktu di mana kembali pada rutinitas,
kembali pada realitas. Sebuah kondisi di yang tak pernah aku harapkan. Tapi nyatanya
aku berada pada situasi itu. Situasi dan kondisi seakan selalu memojokkanku
berulang kali. Aku menjadi begitu pesimis pada masa depan. Bagaimana tidak,
cita-cita yang kuharapkan dan mungkin sudah kuperjuangkan sebelumnya menjadi
tak berarti sama sekali. Lalu pada akhirnya aku malas untuk berpolemik lagi. Biarlah
semua berjalan begitu saja, aku sudah tak peduli lagi.
Mungkin orang mengira dan melihatku
baik-baik saja. Namun, dalam hatiku ada dua sisi yang saling berlawanan. Aku takut
untuk mengungkapkannya, terlalu banyak pertentangan dan basa-basi. Aku sudah
tak mau lagi beralasan ini dan itu. Toh semua orang tak akan mau tahu dan tak
mau mengerti.
Delapan menit menuju jam 12.00
malam. Aku masih belum bisa tertidur. Aku hanya tak mau malam cepat berlalu. Badanku
terasa lemas. Kemarin aku sakit, kepala rasanya berat dan berputar-putar. Entah
kenapa akhir-akhir ini aku jadi sering sakit. Padahal baru sehari aku sembuh
dari sakit.
Malam ini kembali kuratapi tiap
butiran cerita itu. Kuteriakkan dalam batin saja. Dalam hening hati aku melihat
tawa-tawa dan keriangan. Dalam hening hati pula kupendam semua itu. Kukubur dalam-dalam
jangan sampai ada orang yang tahu. Biarlah semuanya kutelan sendiri. Telah berkali-kali
kupanjatkan do’a, namun aku tetap digiring pada kondisi yang tidak aku
harapkan. Apakah ini jalan yang terbaik atau bukan, aku tak pernah tahu.
Seperti yang kukatakan beberapa
waktu yang lalu, seseorang bisa menjadi hebat jika ditempatkan pada posisi yang
tepat sesuai dengan passionnya. Sementara aku, bukan di tempat ini yang menjadi
minatku. Di sini aku hanya seperti mayat hidup, menjalaninya tanpa sedikitpun
hasratku. Sudahlah, percuma terus diulang-ulang. Toh nyatanya keadaan juga tak
akan berubah. Aku ingin tidur sejenak. Semoga mimpi malam panjang, sehingga aku
punya tempat untuk sejenak melarikan diri.

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact