Akhir-akhir
ini sibuk karena dapat tugas dadakan. Bikin video profil untuk kemenag kota. Awalnya
sih cuma iseng buat snap WA kalau pengen bikin film lagi, tiba-tiba besoknya
ditawari untuk buat video profil kemenag. Hidup penuh dengan tiba-tiba. Padahal sebelumnya sama sekali gak
pernah bikin video profil. Bermodalkan nekat dan sok tahu akhirnya jadi juga
video profilnya. Semua senang melihat hasilnya. Untung ada anak-anak hebat yang
bantuin ngambil gambar dan ngedit videonya. Bahkan sampai dibela-belain pinjam
drone segala. Syukurlah, tugas terselesaikan. Ngambil gambar dua hari, ngedit
seharian penuh sampai pulang malam.
Hari terakhir sepulang dari ngedit, tiba-tiba istri ngomong, “Kamu seneng kerja kayak gini?”
Aku cuma bengong gak paham maksudnya apa.
“Aku tahu kamu pasti capek, tapi kamu gak kelihatan capek sama sekali. Kamu kelihatan seneng. Sama seperti kalau kamu nglatih teater. Secapek apapun kamu enjoy melakukannya. Beda kalau kamu harus ngajar di kelas, kelihatan Bete.”
Emang iya juga sih. Nggak tahu juga ya, kenapa garis hidup itu begitu rumit. Padahal mulai dari tahun 2010 sudah ngajar, lalu tiba-tiba resign tahun 2017. Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat. Banyak orang menyayangkan sebenarnya, tapi bukan itu yang jadi pokok persoalan. Semua sudah diputuskan, nggak perlu lagi ada penyesalan tentang lamanya pengabdian selama tujuh tahun. Dan tahun 2019 harus dihadapkan lagi dengan tugas mengajar. Tanpa disadari takdir membawa dan melemparkan ke MIN 1 Kota Madiun. Nggak tahu juga apa yang ada di pikiran saat itu ketika melamar di MIN 1 dulu. Sepertinya ada yang menuntun langkah ini jalan ke MIN 1 untuk ngasih surat lamaran. Padahal sudah hari terakhir.
Ketika lamaran sudah masuk, yang terpikir di otak sebenarnya adalah jangan sampai keterima. Tapi nyatanya malah diterima. Padahal pada saat itu lowongannya TU, tapi sama pihak sekolah ditarik menjadi guru. Sekali lagi hidup begitu misterius.
Hampir beberapa minggu luntang-lantung di sekolahan tanpa punya tugas yang pasti karena jam mengajar sudah penuh semua. Dan secara kebetulan ada seorang guru yang dengan tiba-tiba juga dipindah dan diangkat jadi pengawas. Dengan otomatis, karena sudah tidak ada guru lagi mau tidak mau kekosongan itu harus diisi. Selamat datang kelas, kegiatan mengajar kembali jadi rutinitas.
Hampir satu bulan limbung, nggak tahu mau ngapain. Otak rasanya kacau. Pada akhirnya, mau tidak mau hidup harus dijalani, takdir mesti dipenuhi, seberat apapun itu.
Kembali ke membuat video profil. Segala sesuatu sepertinya memang terjadi tiba-tiba dan penuh dengan kejutan. Setelah istri berkata semacam itu, jadi kembali mikir, memang sebenarnya aku ingin kerja full time di bidang kreatif. Tapi ya sudahlah, garisku bukan di sana. Meski seringnya berat berbohong pada hati. Mencoba untuk sepenuh hati sementara jiwaku tidak ada di sana. Berkali-kali rasanya aku ingin kembali ke masa lalu, mengubah semuanya yang telah terjadi. Merencanakan segala sesuatunya. Tapi semua sudah terjadi, sudah nggak bisa lagi diubah. Ujung-ujungnya hanya menyalahkan waktu, takdir, kesempatan, dan orang-orang. Semoga saja ada titik terang. Kalaupun memang seperti ini jalannya, dan harus dilalui sampai tua nanti apa boleh buat. Memang harus seperti ini.
Semoga saja ada titik terang, ada hal tiba-tiba yang memang aku merasa tepat berada di posisi itu.

0 komentar:
Posting Komentar