Minggu, 14 Juli 2019

Jangan Cepat Berlalu

Malam, kalau bisa jangan cepat berlalu. Tetaplah seperti ini, gelap dan sepi. Selalu setia menjadi pendengar abadi tiap keluh kesahku. Esok adalah waktu di mana kembali pada rutinitas, kembali pada realitas. Sebuah kondisi di yang tak pernah aku harapkan. Tapi nyatanya aku berada pada situasi itu. Situasi dan kondisi seakan selalu memojokkanku berulang kali. Aku menjadi begitu pesimis pada masa depan. Bagaimana tidak, cita-cita yang kuharapkan dan mungkin sudah kuperjuangkan sebelumnya menjadi tak berarti sama sekali. Lalu pada akhirnya aku malas untuk berpolemik lagi. Biarlah semua berjalan begitu saja, aku sudah tak peduli lagi.

Mungkin orang mengira dan melihatku baik-baik saja. Namun, dalam hatiku ada dua sisi yang saling berlawanan. Aku takut untuk mengungkapkannya, terlalu banyak pertentangan dan basa-basi. Aku sudah tak mau lagi beralasan ini dan itu. Toh semua orang tak akan mau tahu dan tak mau mengerti.

Delapan menit menuju jam 12.00 malam. Aku masih belum bisa tertidur. Aku hanya tak mau malam cepat berlalu. Badanku terasa lemas. Kemarin aku sakit, kepala rasanya berat dan berputar-putar. Entah kenapa akhir-akhir ini aku jadi sering sakit. Padahal baru sehari aku sembuh dari sakit.

Malam ini kembali kuratapi tiap butiran cerita itu. Kuteriakkan dalam batin saja. Dalam hening hati aku melihat tawa-tawa dan keriangan. Dalam hening hati pula kupendam semua itu. Kukubur dalam-dalam jangan sampai ada orang yang tahu. Biarlah semuanya kutelan sendiri. Telah berkali-kali kupanjatkan do’a, namun aku tetap digiring pada kondisi yang tidak aku harapkan. Apakah ini jalan yang terbaik atau bukan, aku tak pernah tahu.

Seperti yang kukatakan beberapa waktu yang lalu, seseorang bisa menjadi hebat jika ditempatkan pada posisi yang tepat sesuai dengan passionnya. Sementara aku, bukan di tempat ini yang menjadi minatku. Di sini aku hanya seperti mayat hidup, menjalaninya tanpa sedikitpun hasratku. Sudahlah, percuma terus diulang-ulang. Toh nyatanya keadaan juga tak akan berubah. Aku ingin tidur sejenak. Semoga mimpi malam panjang, sehingga aku punya tempat untuk sejenak melarikan diri.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;