Dulu, tak pernah sedikitpun terbayang tentang dunia ini, dunia panggung, dunia teater yang sama sekali aku awam dengannya. Entah bagaimana ceritanya takdir menyeretku ke dalamnya. Lalu aku mulai tersesat dalam keindahan. Pada akhirnya, aku hanya bisa pasrah dan menjalani laku yang sudah digaritkan Yang Kuasa.
Pernah suatu ketika seorang teman bertanya, “Tidakkah
kau lelah?” Tentu saja lelah jawabku. Hampir setiap saat terbersit pikiran
untuk berhenti. Berproses adalah tentang perjuangan dan kesabaran. Seluruh daya
dan upaya tertuju padanya. Proses penciptaan karya adalah sebuah permenungan dan
sebuah tugas belajar yang tak kunjung usai. Makanya, aku sering tidak respect pada
orang-orang sok tahu tapi malas belajar. Orang-orang itu seperti benalu. Ketika
kita sudah berlelah-lelah mengeuarkan, mereka hanya melakukan sesuatu yang
tidak pada esensinya. Huft...
Namun, satu hal yang membuatku bertahan di sini. Ketika
melihat wajah-wajah yang begitu bersemangat berlatih. Mereka menanti apa yang
sudah kracik dan kuramu. Ketika semua itu terjadi, seakan energi mereka
memantul, menjadi bahan bakarku untuk terus melangkah, terus bergerak, terus
berkarya.
Jika memang ini adalah takdirku maka aku ikhlas
untuk menjalaninya. Satu pintaku, jangan lemahkan aku, Gusti. Di tengah
keruwetan waktu yang terus memojokkan, semoga selalu ada celah untuk berbagi
apa yang aku punyai. Dan semoga apa yang kubagi pada mereka dapat memberi
manfaat bukan hanya untuk diri mereka sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar
mereka.

0 komentar:
Posting Komentar