Memang hidup adalah sawang sinawang. Tapi sepertinya kehidupan orang lain begitu mudahnya. Dan semakin ke sini rasanya hidup semakin berat. Entah dengan hari esok, aku masih tak tahu.
Gusti... pada siapa lagi hamba mengeluh jika bukan padaMu. Hamba tak terlalu sering mengeluh selain pada Engkau. Biasanya hamba hanya memendam saja keluh kesah hamba. Orang lain tak ada yang apa yang sebenarnya hamba pikirkan dan rasakan. Hingga orang-orang selalu bilang hamba adalah orang yang tertutup dan misterius.
Gusti, kenyataannya apa yang hamba bisa dan kuasai tak dapat berkontribusi apa-apa di saat ini. Pandemi ini memang memberi hamba ruang, namun di satu sisi benar-benar menghimpit. Hamba bagai seorang pemimpi, pengembara yang berlayar tanpa tahu ujungnya. Sementara hamba hanya bermodal sampan. Di sana ada istri dan anak-anak hamba yang menunggu kepastian.
Sesekali hamba pernah ingin berteriak untuk menyerah. Hamba tahu Engkau tak pernah memberi ujian di luar batas kemampuan hambaMu. Apakah keluh kesah hamba ini termasuk rasa tidak bersyukur padaMu. Namun pada siapa lagi hamba berkeluh kesah selain pada Engkau.

0 komentar:
Posting Komentar